Aku nulis di depan CCF, Karra masih tidur. Tadi mengisi bensin di samping Goro ada motor ditabrak angkot untung pengemudi motor nggak apa-apa. Si supir angkot bilang “Abis nggak kelihatan” bernada keras, bukannya minta maaf.
Tawaran kartu kredit platinum berdatangan dari BII barusan waktu di jalan dari UOB, dulu pernah aku mengajukan kartu kredit ditolak-tolak sekarang seolah diobral.
Dari kantor notaris mengambil sertifikat rumah di Cipete bareng Inka, bayar lumayan murah hanya 4 juta untuk transaksi jual beli dan balik nama, mudah-mudahan sih nggak berpindah tangan alias nggak harus dijual.
Setelah itu mengambil gambar rumah pakai Kodak untuk di berikan kepada Fayandi teman Smandel yang seorang architect.
Total Pageviews
My Diary
Thursday, January 8, 2009
Wednesday, January 7, 2009
Bintaro

Inka mengantar anak-anak lagi lantas dia menuju Bintaro ke rumah papa, Yanti sedang menghabiskan masa cutinya, Dea juga kesana, Chandra nggak mau ketinggalan.
Sampai rumah kembali jam 4 sore dengan membawa seikat rambutan yang segar dan enak tenan bawaan Dea serta fruit cake bikinannya.
Siang sempet chatting dengan Pipi dan Anti yang adik berkakak, kata Anti sekali tepok dapet satu keluarga. Anti lagi batuk pilek yang kubaca dari statusnya di FB.
Malam dapat sms dari mbakyu Toety yang mengundang pembubaran panitia F8, padahal buku 50 tahun belum selesai kayaknya.
Tuesday, January 6, 2009
Angkot
Waktu aku kirim foto Apadela sudah melampaui tengah malam. Dalam proses mengirim data sebesar 10 MB ternyata Kican sudah berhasil mengedit salah satu foto kami dengan sentuhan color balance, foto yang tampak tua itu cerah kembali, hebat benar.
Inka yang mengantar anak-anak ke sekolah, menurut keputusan gubenur hari ini sudah dimulai jam sekolah lebih awal yaitu 06:30, sedangkan aku berusaha tidur kembali dan ternyata tidak sukses. Endang jam 7 pagi mengagalkan niat tidurku, dia minta tolong untuk mewawancara pak Ugi, dipikir aku sudah beredar ke Jakarta. Tak lama kemudian editanya tentang pengantar foto sudah kulihat dalam inbox email, luar biasa.
Menjemput anak-anak bersama Inka, aku turun di Mega Bekasi untuk potong rambut, sudah gondrong banget. Sekarang tambah keren, jadi inget bu Hanifah saat melihat penampilan baruku setelah potong rambut “Kamu keren sekarang”.
Potong rambut di Nikita, lumayan bagus, pulang rencana naik Mikrolet karena belum pernah kutanya kenek Mikrolet 25, jawabnya nggak ada yang ke Kemang Pratama dari depan Giant kalau mau nanti nyambung dengan 02 di lampu merah. Aku jalan sampai lampu merah, ternyata dalam perjalanan banyak sekali Mikrolet 02 lewat, eh angkot kali ya.
Berhubung baru sekali naik, aku membayar ongkosnya menggunakan uang 10 ribuan kembali 7 ribu, walaupun baru sekali aku bisa menduga ada yang nggak beres nih! Dari Goro 3 ribu ya? Saya kira dari terminal. Aku mendapatkan seribu lagi dari tangannya. Dari depan komplek pulang jala kaki.
Malam hari Rudy Suwarno menghitamkam rambutku, alisku, kumisku, tanganku, jidatku, pipiku, pundakku. Maklum cat rambut cair jadi menetes kemana-mana.
Inka yang mengantar anak-anak ke sekolah, menurut keputusan gubenur hari ini sudah dimulai jam sekolah lebih awal yaitu 06:30, sedangkan aku berusaha tidur kembali dan ternyata tidak sukses. Endang jam 7 pagi mengagalkan niat tidurku, dia minta tolong untuk mewawancara pak Ugi, dipikir aku sudah beredar ke Jakarta. Tak lama kemudian editanya tentang pengantar foto sudah kulihat dalam inbox email, luar biasa.
Menjemput anak-anak bersama Inka, aku turun di Mega Bekasi untuk potong rambut, sudah gondrong banget. Sekarang tambah keren, jadi inget bu Hanifah saat melihat penampilan baruku setelah potong rambut “Kamu keren sekarang”.
Potong rambut di Nikita, lumayan bagus, pulang rencana naik Mikrolet karena belum pernah kutanya kenek Mikrolet 25, jawabnya nggak ada yang ke Kemang Pratama dari depan Giant kalau mau nanti nyambung dengan 02 di lampu merah. Aku jalan sampai lampu merah, ternyata dalam perjalanan banyak sekali Mikrolet 02 lewat, eh angkot kali ya.
Berhubung baru sekali naik, aku membayar ongkosnya menggunakan uang 10 ribuan kembali 7 ribu, walaupun baru sekali aku bisa menduga ada yang nggak beres nih! Dari Goro 3 ribu ya? Saya kira dari terminal. Aku mendapatkan seribu lagi dari tangannya. Dari depan komplek pulang jala kaki.
Malam hari Rudy Suwarno menghitamkam rambutku, alisku, kumisku, tanganku, jidatku, pipiku, pundakku. Maklum cat rambut cair jadi menetes kemana-mana.
Monday, January 5, 2009
Mak Uwok
Hari terakhir liburan sekolah, bada subuh Karris mengeluh katanya nggak bisa tidur, Inka juga, yang manteng aja sekarang, masih di tempat tidur, cuma Karra.
Ada arisan keluarga papa dan mama di Cut Mutia, jam 11:30 rencana berangkatnya. Inka lagi ke Hero sementara aku masih mengantuk walau sudah meminum kopi pas nescafe, belum sarapan.
Bambang yang pernah mengalami operasi di bagian kepala juga datang lengkap dengan kusi roda dan susternya, ikutan mendengarkan mereka berkaraoke, mengapa kusebut mereka karena aku nggak ikutan nyanyi, mulutku hanya memamah-biak mulai dari bakso, nasi bakar, asinan, aneka kue, buah dan minuman.
Sampai di rumah rencana mau tidur agak cepat tidak terlaksana yang ada malah main facebook mengajari Inka dan Karris.
Jam sepuluh malam lebih hpku berbunyi, aku menduga telpon dari Endang Mariani dan ternyata benar, dia lagi di tempat Kican. Minta pertolonganku membuat narasi yang menjelaskan siapa mak Uwo yang selalu disamakan dengan guru matematika ibu Siti Hanifah. Endang bercerita pada saat sekolah pernah ada yang memanggil bu Hanifah dengan nama mak Uwuk, tanpa diduga beliau balik badan dan marah-marah bahkan menangis “Mentang-mentan saya jelek”, padahal Wolly Sutinah nama asli bintang filem mak Uwok kan tidak ada jelek-jeleknya. Daripada susah-susah mending aku kirim fotonya mak Uwok eh bu Hanifah.
Ternyata juga Endang kehilangan tulisanku pengantar foto jadul keseluruhan dan jadul angkatan 71-80, dan Apadela.
Ada arisan keluarga papa dan mama di Cut Mutia, jam 11:30 rencana berangkatnya. Inka lagi ke Hero sementara aku masih mengantuk walau sudah meminum kopi pas nescafe, belum sarapan.
Bambang yang pernah mengalami operasi di bagian kepala juga datang lengkap dengan kusi roda dan susternya, ikutan mendengarkan mereka berkaraoke, mengapa kusebut mereka karena aku nggak ikutan nyanyi, mulutku hanya memamah-biak mulai dari bakso, nasi bakar, asinan, aneka kue, buah dan minuman.
Sampai di rumah rencana mau tidur agak cepat tidak terlaksana yang ada malah main facebook mengajari Inka dan Karris.
Jam sepuluh malam lebih hpku berbunyi, aku menduga telpon dari Endang Mariani dan ternyata benar, dia lagi di tempat Kican. Minta pertolonganku membuat narasi yang menjelaskan siapa mak Uwo yang selalu disamakan dengan guru matematika ibu Siti Hanifah. Endang bercerita pada saat sekolah pernah ada yang memanggil bu Hanifah dengan nama mak Uwuk, tanpa diduga beliau balik badan dan marah-marah bahkan menangis “Mentang-mentan saya jelek”, padahal Wolly Sutinah nama asli bintang filem mak Uwok kan tidak ada jelek-jeleknya. Daripada susah-susah mending aku kirim fotonya mak Uwok eh bu Hanifah.
Ternyata juga Endang kehilangan tulisanku pengantar foto jadul keseluruhan dan jadul angkatan 71-80, dan Apadela.
Sunday, January 4, 2009
Resepsi di Bogor
Undangan pernikahan anak Erlina Prihatingsih rasanya hari ini, kusms Heppy meminta sms yang pernah dikirimkan kepadaku yang datang hanya jawaban “datang”. Aku menjadi yakin hari ini setelah mengubungi Iriana yang tengah mengajar.
Jam sebelas kularikan mobil menuju tempat resepsi di gedung Biotrop, Bogor, bersama keluargaku, mereka kuturunkan di pertokoan tas di Tajur, yang belakangan kutahu bukan desa Tajur yang memiliki permainan outbound yang mereka bayangkan.
Pak satpam memintaku memarkir kendaraan di tempat yang ditunjuk, di dalam penuh katanya, “ke pernikahan Dini?”, wah aku nggak tahu nama anaknya siapa?.
Suara Fayandi memanggilku ketika memasuki ruangan, sudah ketemu satu orang, berikutnya, Marlina, Uni, Iriana & istri, Heppy, Manzilah & suami, Erlinawati & anak. Ketika kami difoto dengan mengunakan kameraku Manzilah bilang “masuk koran nih foto kita”.
Setelah menjemput Inka dan anak-anak, kami menuju MP untuk makan makroni panggang, mereka sudah kenyang karena makan siang di Tajur. Ketika ingin memarkir kendaraan kami melihat tukang parkir nggak mau dibayar “Hebat! Baru sekali aku melihat, tapi kalau kita kasih 50 ribu diambil nggak ya?’ kata Karra.
Coklat hangatnya jauh lebih enak dibandingkan dengan di Puncak Pas, Karris chocolate float, Karra coklat dingin sedangkan Inka goyobot, goyobotnya enakan di Dapur Sunda kalau aku bilang.
Sampai rumah berfesbuk-ria, Karris aku buatkan, teman Inka sudah semakin banyak, repot juga ngajarinnya.
Minum Wood obat batuk 2 kali sebelum tidur, niat mau tidur malah nggak bisa tidur sampai pagi, bukannya obat batuknya mengandung obat tidur.
Jam sebelas kularikan mobil menuju tempat resepsi di gedung Biotrop, Bogor, bersama keluargaku, mereka kuturunkan di pertokoan tas di Tajur, yang belakangan kutahu bukan desa Tajur yang memiliki permainan outbound yang mereka bayangkan.
Pak satpam memintaku memarkir kendaraan di tempat yang ditunjuk, di dalam penuh katanya, “ke pernikahan Dini?”, wah aku nggak tahu nama anaknya siapa?.
Suara Fayandi memanggilku ketika memasuki ruangan, sudah ketemu satu orang, berikutnya, Marlina, Uni, Iriana & istri, Heppy, Manzilah & suami, Erlinawati & anak. Ketika kami difoto dengan mengunakan kameraku Manzilah bilang “masuk koran nih foto kita”.
Setelah menjemput Inka dan anak-anak, kami menuju MP untuk makan makroni panggang, mereka sudah kenyang karena makan siang di Tajur. Ketika ingin memarkir kendaraan kami melihat tukang parkir nggak mau dibayar “Hebat! Baru sekali aku melihat, tapi kalau kita kasih 50 ribu diambil nggak ya?’ kata Karra.
Coklat hangatnya jauh lebih enak dibandingkan dengan di Puncak Pas, Karris chocolate float, Karra coklat dingin sedangkan Inka goyobot, goyobotnya enakan di Dapur Sunda kalau aku bilang.
Sampai rumah berfesbuk-ria, Karris aku buatkan, teman Inka sudah semakin banyak, repot juga ngajarinnya.
Minum Wood obat batuk 2 kali sebelum tidur, niat mau tidur malah nggak bisa tidur sampai pagi, bukannya obat batuknya mengandung obat tidur.
Saturday, January 3, 2009
Aku dan Inka ke Mega Bekasi membeli kacamata buat Inka dan rencana potong rambut. Potong rambut nggak jadi karena tukang potongnya hanya satu yang tengah menata rambut seorang wanita.
Pagi hari dikejutkan oleh fesbuk, bayangin seorang artis Yessy Gusman meng-add aku, karena aku berteman dengan Harry Kiss atau karean satu almamater di UI?.
Inka minta dibuatkan fesbuk dan sudah berteman dengan Rina Samsu. Sedangan aku baru saja berteman dengan Hadi Busono yang sudah lama menghilang, dia saksi hidup bersama Vivi dan Iva ketika kami ke Malioboro, ketika itu aku membeli ......... lihat aja sendiri tulisanku di blog, cari dong! Usaha gitu loh.
Pagi hari dikejutkan oleh fesbuk, bayangin seorang artis Yessy Gusman meng-add aku, karena aku berteman dengan Harry Kiss atau karean satu almamater di UI?.
Inka minta dibuatkan fesbuk dan sudah berteman dengan Rina Samsu. Sedangan aku baru saja berteman dengan Hadi Busono yang sudah lama menghilang, dia saksi hidup bersama Vivi dan Iva ketika kami ke Malioboro, ketika itu aku membeli ......... lihat aja sendiri tulisanku di blog, cari dong! Usaha gitu loh.
Friday, January 2, 2009
Malam tahun baru 2009
Teng 00:00:00 kembang api bermunculan di RCTI di kamar sementara di ruang keluarga Harry Potter masih beraksi, ingar-bingar (ini kata yang cukup diperdebatkan antara Sulis dan Endang saat mengedit buku Yaasiin alm. Danar yang belakangan malah masuk ke dalma buku 50 tahun) di luar dan kilatan kembang api tiada henti memancing kami keluar rumah.
Aku berjalan menuju arah sungai, di area terbuka langit malam terasa ceria, kembang api bermuculan dari segala arah, seolah saling berlomba untuk berpesta. Puluhan bahkan mungkin lebih seratus motor parkir di taman sepanjang kali antara jembatan dan KP3, baru tahu ternyata ramai juga kalau tahun baru di kompleks.
Sepuluh menit berlalu, kembang api masih bermuncul sesekali, tukang trompet bermotor, bersepeda dan berpikulan mulai mejauh, masih banyak dagangannya, romannya tidak laku. Rombongan motor dan mobil yang diparkirpun mulai menyusut. Yang menarik hatiku adalah rombongan keluarga dengan 3 motor dekat tempatku berdiri di samping cemara dekat pos satpam, aku sedikit menjauhi mereka sehingga bisa kuhitung jumlah kepala, 10, kuhitung lagi 9, kuhitung lagi 9, sampai akhirnya aku yakin ada sepuluh orang termasuk 2 bayi. Mereka duduk beralaskan koran mungkin tujuannya menanti si kembang api.
Pak Cip yng menyalamiku mengucapkan selamat tahun baru sudah kembali ke rumah bersama anak istrinya, pilot gaek yang masih menerbangkan pesat cilik di Irian, orang yang ramah pensiunan karyawan Mobil Oil.
00:15 kembali ke dalam rumah, minum decolgen untuk bersiap tidur, anak-anak menonton Davinci Code, bada subuh mereka tidur lagi semetara aku berfacebook-ria dengan mengirim foto tim buku bersama 9 kepala sekolah pendahulu. Tim yang kerap membuat sejarah, pertama loh 9 kepsek berfoto bersama.
Aku berjalan menuju arah sungai, di area terbuka langit malam terasa ceria, kembang api bermuculan dari segala arah, seolah saling berlomba untuk berpesta. Puluhan bahkan mungkin lebih seratus motor parkir di taman sepanjang kali antara jembatan dan KP3, baru tahu ternyata ramai juga kalau tahun baru di kompleks.
Sepuluh menit berlalu, kembang api masih bermuncul sesekali, tukang trompet bermotor, bersepeda dan berpikulan mulai mejauh, masih banyak dagangannya, romannya tidak laku. Rombongan motor dan mobil yang diparkirpun mulai menyusut. Yang menarik hatiku adalah rombongan keluarga dengan 3 motor dekat tempatku berdiri di samping cemara dekat pos satpam, aku sedikit menjauhi mereka sehingga bisa kuhitung jumlah kepala, 10, kuhitung lagi 9, kuhitung lagi 9, sampai akhirnya aku yakin ada sepuluh orang termasuk 2 bayi. Mereka duduk beralaskan koran mungkin tujuannya menanti si kembang api.
Pak Cip yng menyalamiku mengucapkan selamat tahun baru sudah kembali ke rumah bersama anak istrinya, pilot gaek yang masih menerbangkan pesat cilik di Irian, orang yang ramah pensiunan karyawan Mobil Oil.
00:15 kembali ke dalam rumah, minum decolgen untuk bersiap tidur, anak-anak menonton Davinci Code, bada subuh mereka tidur lagi semetara aku berfacebook-ria dengan mengirim foto tim buku bersama 9 kepala sekolah pendahulu. Tim yang kerap membuat sejarah, pertama loh 9 kepsek berfoto bersama.
Subscribe to:
Posts (Atom)
About Me
- the O
- Mau tau tentang the O. Caranya gampang. Ketik REG the O kirim ke 08 81 Anda akan mendapatkan aktifitas keseharian saya. Oh, iya sms yang anda terima langsung dari hp saya Untuk berhenti berlangganan Ketik UNREG the O kirim ke 08 81