Total Pageviews
My Diary
Friday, December 24, 2010
Wednesday, December 22, 2010
Menanti Parsel
Chormen Omen Banyak yang menduga aku non-muslim, tapi sampai sekarang kok belum ada yang mengirim parsel Natal. Kalau belum tahu alamatku kirim aja sms, nanti aku kasih kok!
Friday, July 16, 2010
Mohon Doa dan Dukungannya
Men,
Kalian boleh mendoakan untuk kami semua, terutama untuk suami gue kalau masih bisa diberi kesembuhan dan bagi gue dan anak gue semoga diberi kekuatan untuk menghadapi situasi ini, semoga ada keajaiban datang atau kalau mungkin masih ada jalan untuk kesembuhan suami gue.
Sebelum dan sesudahnya, kami mengucapkan terima kasih.
Salam,
Jnonk.
Hallo Men,
Memang saat ini sangat susah keadaan kita maksud gue, ya gue harus mempersiapkan diri jika suami gue di panggil YMK, berarti gue harus hidup dan berjalan dgn anak gue, dan gue harap semuanya bisa berjalan dgn lancar sesuai dgn apa yg kita rencanakan, yaitu gue bisa membawa anak gue sampai dia bisa mandiri, dan semoga dia menjadi anak yg baik, krn lain jika kita mendidik anak bersama dgn suami dan jika harus dibandingkan harus semuanya di atas bahu sendiri.
Keadaan suami gue sih saat ini dia sama sekali tdk merasa sakit, dan bekas operasinya juga udah mulai mengering, cuma jenis kanker ini (melanoom) yaitu kanker yg sangat agresif dan sampai saat ini belum ada obatnya, kanker ini tdk bisa si chemotherapi atau bestraal, saat ini kita dengan hari krn kita tdk tahu berapa lama suami gue bisa hidup, dokter juga tdk bisa memastikan bisa dalam jangka pendek bisa juga dalam jangka panjang.
Men, kalau di holland orang merayakan hari pernikahan dimulai dengan 12,5 tahun, 25 tahun, 40 tahun, 50 tahun dstnya, yang ironisnya bagi kita yaitu 12,5 tahun yang lalu kita sibuk mempersiapkan pernikahan dan sekarang 12,5 tahun kemudian kita mempersiapkan penguburan suami/ayah terbaik dan tercinta, dulu ketika kita mau nikah kita mempersiapkan rumah untuk tinggal bersama, sekarang kita mempesiapkan hidup jika tanpa suami, kayanya kalau gue bayangkan sangat berat hidup sendiri, tapi gue yakin dan percaya Tuhan selalu bersama kita dan Dia tidak pernah meninggalkan umatnya dan Dia selalu maha tahu sampai dimana umatnya bisa menerima kekusahan dalam hidupnya Tuhan selalu tahu sampai dimana kekuatan hambanya.
Men, memang ini sangat berat dan terus terang setelah mendengar kabar buruk dari dokter ini, waduh yg namanya air mata engga pernah kering, kalau ada tamu, telpon, juga tulis email, dan bisa elo bayangkan kita selalu membicarakan dan mempersiapkan untuk jalannya pemakaman.
Men, sementara udah dulu ya gue mau tolong suami gue ganti verbaannya, salam untuk Inka.
Salam,
Jnonk.
Saturday, June 26, 2010
Back to Jombang
Pukul 08:12 hapeku berdering memunculkan nama Kelik di layar, sudah pasti bukan dari almarhum Budi Wiyono, suara wanita di seberang, istri Kelik, memancarkan aura kegembiraan, “Pak Chormen, saya sekarang sudah sampai di Jombang, terima kasih bantuannya, banyak sekali …..”.
“Itu bukan dari saya tetapi dari *** (sengaja namanya aku samarkan)”.
“Tadi saya sudah telpon tapi nggak diangkat”.
“Coba di-sms aja”
Dua malam sebelumnya aku dan istri menyampaikan bantuan sebesar Rp 2,5 juta dari kawan kita untuk keluarga Kelik, bantuan yang sudah lama dipersiapkan, “Men, gue kasih ke elo aja ya, terserah deh dipake untuk apa”
“Elo pegang aja dulu, kita kasih aja sebelum keluarga Budi pulang ke Jombang, kayaknya awal Juli”.
“Ya udah pokoknya udah gue siapin”.
Bantuan tadi akan dipergunaan oleh keluarga Kelik untuk melengkapi kekurangan biaya penyewaan truk pengankut barang yang kata istrinya nilainya tidak seberapa dan tambahan modal berdagang di Jombang.
Mengapa mereka kembali ke Jombang sangat beralasan. Navi, anak pertama, diterima di SMP Lab School Malang diasuh oleh sang paman. Nine, anak kedua masuk SD kelas 5 di pesantrean Jombang setelah bersekolah di sebuah pesantren di Bekasi atas bantuan ustad Ade. Anak ketiga, Ata, masuk pesantren Jombang, kelas 1 SD, “Ata seneng sekali dapat seragam sekolah dari dari pak leknya”.
“Syukur deh, mudah-mudahan rajin sekolahnya”.
Begitu akhir cerita hidup mereka di Bekasi sepeninggal almarhum Kelik untuk meniti kehidupan baru di Jombang, akhir cerita yang menyenangkan atas bantuan kawan-kawan yang luar biasa, “Tolong sampaikan ke teman-teman mas Budi, Smandel 81, terima kasih banyak bantuannya”
Subscribe to:
Posts (Atom)
About Me
- the O
- Mau tau tentang the O. Caranya gampang. Ketik REG the O kirim ke 08 81 Anda akan mendapatkan aktifitas keseharian saya. Oh, iya sms yang anda terima langsung dari hp saya Untuk berhenti berlangganan Ketik UNREG the O kirim ke 08 81